1. A)
PELANGGAN
Pelanggan merupakan konsumen
berupa pembeli ataupun pengguna jasa yang melakukan kegiatan pembelian ataupun
penggunaan jasa secara berulang-ulang dikarenakan kepuasan yang diterimanya
dari penjual ataupun penyedia jasa. Dalam sebuah bisnis pelanggan sangat
dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan dan juga keuntungan sebuah bisnis.
Tanpa pelanggan yang tetap, maka bisnis yang dijalankan cenderung
terombang-ambing dan lebih beresiko.
Pelanggan pada dasarnya berasal
dari konsumen biasa yang mencoba menggunakan jasa ataupun produk dari sebuah
perusahaan. Pelanggan terbentuk dari pola kerja sama saling menguntungkan yang
terjadi dalam proses kerja sama antara penyedia layanan dan pengguna layanan.
Tanpa kerja sama yang saling menguntungkan tidak akan ada yang disebut sebagai
pelanggan. Tanpa kerja sama yang saling menguntungkan yang ada hanyalah proses
pembelian barang biasa tanpa diikuti dengan pembelian barang berulang-ulang di
waktu lainnya.
B) KONSUMEN
Dalam makroekonomi dan akuntansi, suatu barang sering dilawankan dengan suatu jasa. Barang didefinisikan sebagai suatu produk fisik (berwujud, tangible) yang dapat diberikan pada seorang pembeli dan melibatkan perpindahan kepemilikan dari penjual ke pelanggan, kebalikan dengan suatu jasa (tak berwujud, intangible). Istilah "komoditas" sering digunakan dalam mikroekonomi untuk membedakan barang dan jasa.
Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti "sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya". Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu ("anything produced"). Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi ("thing or things produced"). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith.
Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.
Konsumen adalah setiap orang
pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan
tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual
kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor.
C) BARANG
Barang atau komoditas dalam
pengertian ekonomi adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai. Nilai
suatu barang akan ditentukan karena barang itu mempunyai kemampuan untuk dapat
memenuhi kebutuhan.
D) PRODUK
Dalam bisnis, produk adalah barang
atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun
yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau
kebutuhan. Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise.
Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai
barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil
pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.
2.Menurut saya masalah harga bisa
saja membuat konsumen untuk menciptakan sebuat produk tersendiri, mungkin karna
ada beberapa faktor seperti , harga produk yang terlalu tinggi dipasaran
sehingga konsumen lebih memilih membuat produk sendiri. Atau juga hisa
dikarenakan harga pasar yang sesuai dan mendapat jaminan keuntungan yang besar hingga
membuat konsumen mempunyai pola fikir untuk membuat sebuah produk tersendiri
3. A)
PASAR
Pasar adalah salah satu dari berbagai
sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha
menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang
fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan
yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat
penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin
melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki
pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar
bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai
komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa
contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat
parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan
pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar
ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.
Dalam ilmu ekonomi mainstream,
konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk
menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk
uang disebut dengan transaksi. Pasar terdiri dari semua pembeli dan penjual
yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama
ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar
dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual.
Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber
daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk
dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau
sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak
(kepemilikan) jasa dan barang.
Secara historis, pasar berasal di
pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi - atau dari - komunitas kecil,
kota dan kota.
B) Perusahaan yang menggunakan orientasi
pasar yaitu adalah perusahaan INDUSTRI dan
mempunyai 2 manfaat bagi perusahaan tersebut yaitu :
Manfaat jangka panjang:
- Dapat diterima
- Flexible
- Terukur
- Memotivasi
- Sesuai
- Dapat dipahami
- Dapat dicapai
Manfaat jangka pendek:
-Banyaknya Laba
-Banyaknya Pelanggan
-Banyaknya pesanan
persediaan barang