Pengangguran
Pengangguran
adalah angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang
belum mendapat kesempatan bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan atau orang
yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan.
Pengangguran atau tuna
karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran
umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak
sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan
adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang
sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial
lainnya. Pengangguran merupakan suatu ukuran yang dilakukan jika seseorang
tidak memiliki pekerjaan tetapi mereka sedang melakukan usaha secara aktif
dalam empat minggu terakhir untuk mencari pekerjaan. Pengangguran merupakan
suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin
mendapatkan pekerjaan tetapi mereka belum dapat memperoleh pekerjaan tersebut
(Sukirno, 1994).
Kelompok Pengangguran Menurut Sukirno (1994)
1.
Berdasarkan Penyebabnya menjadi 4 kelompok yaitu:
a. Pengangguran Normal atau Friksional
Apabila dalam suatu perekonomi terdapat
pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja maka
ekonomi itu sudah dipandang sebagai mencapai kesempatan kerja penuh.
Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran
normal atau pengangguran friksional. Contohnhya : Perpindahan tenaga kerja
dari sektor pertanian ke sektor industri, untuk sementara menganggur.
b. Pengangguran Siklikal
Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan
perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaanya, sehingga
pengangguran akan bertambah. Pengangguran dengan wujud tersebut dinamakan
pengangguran siklikal. Contohnya : Di suatu perusahaan ketika sedang maju
butuh tenaga kerja baru untuk perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya
merugi terus maka akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau
pemecatan.
c. Pengangguran Struktural
Tidak semua industri dan perusahaan dalam
perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran.
Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor berikut:
wujudnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan
ke atas barang tersebut, biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu
bersaing, dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena
persaingan yang lebih serius dari Negara - negara lain. Kemerosotan itu akan
menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun, dan sebagian
pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Pengangguran yang wujud
digolongkan sebagai pengangguran struktural. Dinamakan demikian karena
disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.Contohnya : Suatu
daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga
bidang pertanian akan menganggur.
d. Pengangguran Teknologi
Pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya
penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Pengangguran yang
ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan
pengangguran teknologi. Contohnya : sebelum ada penggilingan padi, orang
yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan
padi maka mereka tidak bekerja lagi.
2. Berdasarkan cirinya Pengangguran
dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu:
A. Pengangguran Terbuka
Pengangguran
terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan
lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Akibatnya dalam perekonomian
semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. Efek
dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan.
Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. Pengangguran terbuka dapat
pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun, kemajuan teknologi yang
mengurangi penggunaan tenaga manusia, atau akibat kemunduran perkembangan suatu
industri. Contohnya
: Seseorang lulusan S1 mesin tapi tidak memperoleh pekerjaan karena lapangan
yang belum tersedia sesuai dengan kualifikasinya.
B.
Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran
tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga
kerja untuk satu unit pekerjaan, padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah
tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi. Pengangguran ini terutama
terjadi di sektor pertanian atau jasa. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan
tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak
faktor. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya
perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan dan tingkat
produksi yang dicapai. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah
pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya
diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. Kelebihan
tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Contohnya
keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang
sangat sempit. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan
pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan
kemampuannya.
C. Pengangguran Bermusim
Pengangguran musiman adalah pengangguran yang
terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Bentuk pengangguran
terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Biasanya pengangguran
seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang
menurun kesibukannya. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan
periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa
yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. Pada periode tersebut banyak di
antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan.
Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Jenis pengangguran ini hanya
sementara saja, dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. Contohnya, pada
musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya banyak
menganggur.
D. Setengah Menganggur Pengangguran
Kelebihan penduduk di sektor pertanian di
negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah
menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. Salah satu tujuan dari
urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. Tidak semua
orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Banyak di antara
mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. Disamping itu ada pula yang
tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka
lebih rendah dari jam kerja normal. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga
dua hari seminggu, atau satu hingga empat jam sehari. Contohnya : Seorang
buruh konstruksi/bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaan di suatu proyek,
untuk sementara menganggur sambil menunggu proyek berikutnya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar