Pertumbuhan ekonomi
1. Pertumbuhan
ekonomi adalah
proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan
menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi
dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu
perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya
pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
2. Kemakmuran suatu Negara dapat dilihat
dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang diterima Negara, akan tetapi
pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum menentukan kemakmuran suatu Negara tanpa
melihat kondisi ekonomi masyarakat atau penduduk Negara tersebut. Karena suatu
Negara dapat dikatakan makmur apabila dapat mengatasi masalah ekonomi Negara
dan masyarakatnya yang berhubungan dengan pendapatan nasional, kemiskinan,
serta penggangguran.
Sebuah negara dikatakan makmur jika
rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Namun demikian, tingginya
pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran suatu negara. Meskipun negara itu
pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam
negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera.
Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan
rasa tidak aman.
Ukuran suatu negara makmur atau
tidak, berbeda antara negara satu dengan yang lainnya. Ukuran kemakmuran antara
negara yang maju berbeda dengan bangsa yang sedang berkembang. Ada yang
mengukur berdasarkan tingkat konsumsi rata-rata perorang dan berdasarkan
pendapatan perkapita, ada yang mengukur berdasarkan tingkat pemenuhan kebutuhan
dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. Namun demikian,
secara umum kemakmuran suatu negara tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor
saja, melainkan dengan berbagai hal yang diolah secara terpadu. Selain itu
ukuran kemakmuran suatu bangsa bersifat kontekstual terhadap kondisi suatu
Negara.
Kemakmuran bisa juga tercipta
dari sumber daya alam dan energi yang melimpah. Kemakmuran itu bisa tercipta
dengan mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Memiliki
kekayaan alam yang tak ternilai baik dari kesuburan tanah, pariwisata, barang
tambang, kelautan, flora & fauna sudah seharusnya digunakan untuk
meningkatkan kemakmuran penduduk.
Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam suatu Negara belum dapat menentukan
atau dikatakan bahwa Negara tersebut adalah Negara yang makmur.
3.
Tingkat kesejahteraan masyarakat di
suatu negara dapat diukur dengan tingkatpertumbuhan ekonomi Negara tersebut.
Semakin besar pendapatan nasional Negara tersebut biasanya kemakmuran suatu
negara semakin besar. Pendapatan nasional itu sendiri adalah adalah jumlah
seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu
tahun / pendapatan yang diterima oleh suatu negara selama satu tahun yang
diukur dengan nilai uang. Dan Kesejahteraan Masyarakat sendiri adalah apabila
pertumbuhan ekonomi baik maka tingkat pendapatan masyarakat juga akan
meningkat, selain itu dari peningkatan pendapatan yang terjadi masyarakat akan
mampu memenuhi kebutuhan hidupnya lebih baik hal ini menunjukan bahwa
kesejahteraan dalam bentuk pendapatan masyarakat mulai meningkat, apabila
pendapatan masyarakat meningkat dan pengangguran berkurang otomatis tindak
kriminal akan berkurang dan semakin membaik, aksi deminstrasi akiibat ke tidak
puasan akan kebijakan yang ada pun akan menurun apabila mereka menikmati hasil
yang mereka kerjakan bisa sebanding dengan penghasilan yang mereka terima.
Selain pendapatan nasional,
pendapatan perkapita menjadi salah satu tolak ukur yang paling sering digunakan
suatu negara untuk mengukur kemakmuran negaranya. Pendapatan perkapita adalah
besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita
didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah
penduduk negara tersebut.
Namun pendapatan perkapita yang
besar belum tentu menunjukkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Rata-rata
pendapatan masyarakat yang besar kebanyakan berasal dari pendapatan besar yang
hanya dari sebagian orang saja. Dan sebagian besar masyarakat lainnya
berpendapatan kecil dan belum sejahtera. Jadi masih belum ada pemerataan dalam
masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi
yang tinggi belum tentu bisa menjamin tingkat kemakmuran rakyatnya, karena bisa
saja perumbuhan ekonomi yang tinggi itu hanya bisa dinikmati oleh segelintir
orang yang punya modal saja. Sementara tingkat kemakmuran rakyat bisa diukur
melalui pendapatan perkapita penduduknya
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan kondisi ekonomi yang
tinggi dan makmur dalam suatu Negara, penduduknya belum tentu dapat dikatakan
sejahtera karena masih banyak faktor-faktor lain yang harus ditinjau dan
menjadi tolak ukur.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar